Berani mengambil risiko sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam membuat keputusan, berdasarkan pertimbangan rasional dan dengan melihat kemungkinan dari keputusan yang Anda buat.
Apakah Pengambilan Resiko itu?
Menentukan keputusan berarti berani mengambil resiko sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam membuat keputusan, berdasarkan pertimbangan rasional dan dengan melihat implikasi dari keputusan yang dibuat.
Mengapa menjadi menentukan pilihan itu penting?
Dalam organisasi yang dinamis, pengambilan keputusan merupakan proses yang tidak bisa dihindari. Sikap ini tidak hanya lekat dengan pimpinan atau pemegang jabatan strategis, namun juga kontributor individu seperti staf. Orang yang mampu mengambil keputusan sesuai kewenangannya dipandang sebagai sosok yang mandiri, tegas, dan berani. Hal ini tentunya akan memberi kesan yang positif, baik untuk diri Anda maupun organisasi.
Beberapa kiat cara menentukan keputusan terbaik :
- Memahami kewenangan jabatan Anda dengan baik.
- Mempelajari dan memahami data yang tersedia sebelum mengambil keputusan.
- Menganalisis dan mempertimbangkan seluruh kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
- Berani mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.
- Menggunakan bahasa yang lugas, tegas, dan tidak berbelit-belit dalam menyampaikan keputusan.
- Menghindari pengambilan keputusan yang “ambigu” atau dapat diinterpretasikan lain.
- Menunjukkan komitmen terhadap keputusan yang dibuat.
- Mengetahui sumber-sumber data dan informasi terkait pekerjaan Anda.
- Menggunakan data dan informasi yang ada secara maksimal dalam pengambilan keputusan.
- Mengutamakan kepentingan negara dalam pengambilan keputusan.
- Belajar dari kesalahan pembuatan keputusan yang terjadi sebelumnya.
Hindari untuk melakukan hal-hal berikut ini :
- Menunda untuk mengambil keputusan dan berharap orang lain yang akan melakukannya.
- Mengambil keputusan dalam keadaan emosional.
- Membuat keputusan tanpa pertimbangan atau data yang matang (impulsif).
- Menolak bertanggungjawab atas keputusan yang diambil.
- Menggunakan asumsi dalam mengambil keputusan.
- Mengambil keputusan yang hanya menguntungkan untuk diri sendiri dan kelompok tertentu.
- Mengambil keputusan yang bukan kewenangannya.
Bagaimana caranya agar saya dapat berani mengambil keputusan yang tepat ?
Berani mengambil keputusan merupakan sesuatu yang dapat dilatih. Hal pertama yang harus Anda tanamkan dalam diri adalah jangan takut membuat keputusan. Pastikan dalam mengambil keputusan, Anda sudah melalui tahap pengambilan keputusan yang baik.
Carilah informasi terkait permasalahan yang dihadapi. Usahakan untuk menggunakan berbagai sudut pandang. Konsultasikan dengan pihak-pihak yang Anda anggap kompeten dan berwenang. Berdasarkan informasi yang didapat, pisahkan fakta dengan asumsi. Kemudian, buatlah alternatif-alternatif penyelesaian masalah, sekaligus analisis dampak positif dan negatif dari setiap alternatif. Pilihlah alternatif dengan implikasi negatif paling sedikit. Setiap membuat keputusan, catatlah proses yang Anda lalui dan waktu yang Anda butuhkan. Usahakan untuk meningkatkan kecepatan Anda dalam proses pengambilan keputusan berikutnya. Jika Anda membuat keputusan yang salah, hal itu merupakan sebuah pembelajaran. Anggaplah hal itu sebagai sebuah proses bagi Anda untuk menjadi pengambil keputusan yang lebih baik lagi di masa depan.


EmoticonEmoticon